BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Sabtu, 22 Desember 2012

Journal 81 : I B U (Bahasa) (Flash Fiction)

"Ibuku sayang, masih terus berjalan. Walau tapak kaki penuh darah penuh nanah."
Rumah itu terlihat sepi. Hening, tak bersuara. Sesosok tubuh separuh baya yang ringkih tengah berjalan pelan di sana. Ia mengamati sekeliling rumah. Sepi, sunyi. Seolah tak berpenghuni. Tapi ada yang terasa janggal di sana. Seisi rumah terlihat rapi. Piring-piring bertengger manis di rak piring, baju-baju tersusun indah di lemari, dan berbagai makanan lezat terhidang manis di atas meja. Ia mendekat dan bertanya-tanya, "Siapa yang melakukan ini semua?"
"Surprise!" Ia kaget dan menoleh ke belakang. Suami, putra, dan putri tercintanya tengah membentangkan banner besar bertuliskan, Happy Mother's Day, Ibu! You're the greatest mom ever! sambil tersenyum penuh sukacita. Gulir air mata itu pun turun, tak mampu ia bendung, dan ia pun menghambur ke pelukan mereka, melupakan sejuta letih yang telah ia alami selama belasan tahun ini. Meluapkan berjuta cinta yang ada untuk mereka. Cinta yang tak pernah pupus. Ibu, jasamu tak 'kan pernah tergantikan. Selamanya, engkau adalah pelita cahaya kami. Aku, Bapak, Mas, dan Dinda.

Senin, 19 November 2012

Journal 80 : Homie (BAHASA)

Assalammu'alaikum wr., wb.
annyeong, yeoreobun~~~! Finally I'm back again! :3
Setelah hiatus gue yang cukup lama gara-gara stres dan sakit dadakan gue, kali ini gue dateng mau bawain segelintir puisi demi menunaikan kewajiban #NovemberNgeblog gue yang udah macet sejak sekian lama.. langsung aja deh!

Pulang

bola itu terpantul pelan
kemudian memantul lagi, lagi, dan lagi
gadis itu hanya duduk membisu
mengamati bola yang tak henti memantul

jemarinya mulai berpindah alur
berusaha menggapai lemah bola itu
namun
ia tak mau diajak kompromi
terus saja memantul tak tentu arah

gadis kecil itu merengut
senyumannya pun surut
ia pun duduk termangu
menatap bola itu dungu

kakinya beranjak bangkit
hendak menyusuri butir-butir pasir
tapaknya berhenti mendadak
bola itu beranjak mendekat

tap, tap, tap
bola itu memantul pelan
menghampiri gadis kecil dalam bisu
tap, ia behenti pelan
di ujung sepatu gadis kecil yang berpasir
seolah berkata,
"hey, aku pulang."


Sekiaaan!! Gimana nih komentarnya, readers? Jelek, ya? :( Udah lama nggak nulis, jadi kehabisan ide nih gue jadinya..
Tapi gue punya satu kalimat penutup khusus untuk my only one big motivator and inspirator, my MR :)

"How far I could go away, I might always come back to you. You're my final home, mister."  :))

Thank you and goodnight! Jya, matta! :3
Wassalammu'alaikum wr., wb.

Senin, 05 November 2012

Journal 79 : Free Past [Puisi]


Assalammu'alaikum wr., wb.
Oh my God, I'm back again~ (BSB mode on) wkwk :p
Annyeong~ Neomu bogoshipeo yo! *ditabok readers*
Well, hari ini, tema #NovemberNgeblog adalah MASA LALU, dan begitu banyak hal dari masa lalu yang dapat ku ceritakan di sini, jika tak ku kendalikan sejak awal.
Maka dari itu, aku pun memutuskan untuk menuliskan beberapa bait puisi ini saja sebagai perampung segala kegundahanku di masa lampau~ *ceileee*
Langsung aja deh, cekidot~ :3
-------------------------------------------------------------------
Free Past
oleh: Tiara Putri R.
Aku hidup di masa kini, belajar dari masa lalu, dan bermimpi untuk masa depan.
Namun, kau berbeda. Kau hidup di masa lalu, mulai menghilang di masa kini, dan tak pernah ada di masa depan. Masa depan-ku.

Semburat merah menyelimuti
Menyambut pergantian hari
Dari terang menjadi kelam
Namun aku masih di sini
Menikmati senja yang sendiri
Menantimu yang tetap terdiam

Sajak yang tak pernah terucap
Rindu yang tak pernah terlontar
Kini kelam menggelayuti jiwa
Kau masih tetap bertahan

Jejakku mengikis hari
Menapak lemah di antara bulir-bulir kehidupan
Terseok mengikuti irama kesunyian
Yang dulu kerap kau torehkan

Ragaku beranjak pergi
Seiring fajar yang mulai menyingsing
Dan aku menoleh
Ragamu masih di situ
Duduk manis dengan senyum tersungging

Mataku menengadah
Menggulirkan butir-butir kesepian
Dan tapakku menjauh
Melepas sosokmu yang angkuh
Dirimu, si masa lalu
Yang tak ‘kan pernah hinggap di masa depan

-------------------------------------------------------------

Sekian dan terima kasih. Maaf kalau puisinya agak geje yah -___-
Selamat menggalau~~ Salam perGALAUan! :p
Wassalammu'alaikum wr., wb.

Lomba #CloseToYou_Ko Juno


Ko Juno
Mungkin ini terdengar cukup gila, tapi ini kisah nyata yang ku alami dan mungkin juga hampir dialami setiap orang yang mengenal social media.
Aku mengenalnya kira-kira 4 hingga 5 tahun yang lalu, ketika aku masih SMP, dan namanya adalah Junio Vandhika. Ko Juno—begitu aku memanggilnya—lebih tua sekitar 2 tahun dariku, dan tentu saja, ia cowok. Kami tak sengaja berkenalan lewat facebook, setelah sebelumnya aku mengenalnya dari temanku yang juga berteman dengannya lewat facebook.
Orangnya asyik, lucu, ramah, dan menyenangkan, meskipun kami belum pernah bertemu langsung. Kami sering bercerita di facebook, tentang apapun itu. Entah itu tentang kegiatan kami di sekolah, gosip yang sedang happening, atau bahkan hobi dan kesukaan kami masing-masing. Satu hal yang tak pernah ku lupa dari sosok seorang Ko Juno adalah kelihaiannnya dalam bermain piano. Ko Juno sangat suka sekali bermain piano, bahkan ia sering bercerita tentang hobinya itu. Jujur, aku pun penikmat musik, dan tentu saja, jika aku dihadapkan pada sosok seorang cowok yang lihai bermain piano, aku pasti akan tergila-gila padanya. Begitu pula yang terjadi pada diriku saat itu.
Tanpa ku sadari, aku sudah larut dalam pesonanya. Rasanya, ia selalu hadir dalam benakku dan ikut memainkan piano di sana. Aku tahu, rasa ini memang tak boleh ada, karena rasa ini rasa terlarang. Ada begitu banyak perbedaan yang membuat kami tak dapat mengutarakan rasa ini, hingga aku pun memutuskan untuk tetap berteman seperti biasa dengannya.
Ko Juno, cowok keturunan Tionghoa yang hobi bermain piano yang berhasil membuatku tergila-gila. Keramahannya, kejenakaannya, kepintarannya, semuanya aku suka. Baru pertama kali itulah aku merasa cukup dekat dengan seseorang, apalagi cowok, di dunia maya. Entah magic apa yang ia keluarkan hingga aku begitu terpaut padanya. Hampir setiap hari aku berkomunikasi dengannya di facebook, bahkan kerap kali aku ingin sekali bertemu dengannya, berjumpa dengannya dan mengobrolkan banyak hal. Namun aku tahu, itu hanya angan belaka-ku saja.
Tak terasa, pertemanan kami sudah berjalan beberapa bulan, dan aku hampir tak pernah melewatkan sedikit pun waktu yang ku punya untuk sekedar berbincang dengannya. Aku pun sempat mengukir harap yang tinggi, bahwa kelak persahabatan ini akan tetap dapat terjalin, hingga kami dewasa nanti, hingga kami benar-benar dapat bertemu secara langsung nanti, begitu pikirku.
Namun ternyata, Ko Juno sudah memiliki keputusan lain. Suatu ketika, aku iseng membuka facebook dan langsung saja asyik berkomentar ria dengan Ko Juno. Tiba-tiba saja ia mengetik, “Sepertinya ini terakhir kalinya aku bisa bercerita di sini. Aku akan vakum dulu untuk sementara.”
Aku shock. Aku sempat terdiam beberapa menit sebelum mengetik, “Koko akan vakum? Kenapa, Ko?”
Lama ia tak menyahut. Aku pun mengetik lagi, “Apa koko mau fokus sekolah dan main piano?”
Balasannya pun muncul tak lama kemudian. “Ada alasan lain yang tak bisa ku katakan di sini. Maaf ya... aku benar-benar harus vakum dulu.. L
Aku terdiam. Beraat sekali rasanya harus kehilangan seorang teman yang sudah begitu berarti untukku, yang selalu jadi temanku bercerita dan berceloteh di facebook selama ini. Ko Juno, orang yang sudah cukup banyak menginspirasiku dan menjadi teman dunia maya-ku yang amat ku sayangi dan ku hormati.
Ternyata, beginilah akhir kisah persahabatan kami. Segalanya berakhir saat Ko Juno benar-benar vakum dan men-deactivate akun facebook-nya. Aku pun hanya bisa duduk terdiam di atas kursi, menatap kosong layar komputer rumah. Menanti sosok Ko Juno untuk kembali lagi, menemani dan mengisi hari-hariku lagi dengan celotehannya.

Novel Close to You by Clara Canceriana


Judul : Close to You

Penulis: Clara Canceriana

Genre : Romance
Kategori: Fiksi, novel lokal
ISBN: 978-602-7742-01-7
Tebal :  264 halaman
Harga : Rp.42.500
Terbit: Oktober 2012
Sinopsis
“Menurutmu, aku seperti apa?”
“Kau? Tentu saja perempuan manis yang lembut.”

Tidak seperti kata Alex, Hara sama sekali tidak manis maupun lembut. Saat Hara merasa mulai menyukai teman di dunia mayanya itu, Shin Kang, mantan pacarnya yang menyebalkan, kembali memberikan perhatian
padanya.
Tapi bukan itu masalah terbesarnya. Bayu, mahasiswa pengecut asal Indonesia yang menjadi orang yang harus
dia bimbing, diam-diam ikut mencuri perhatiannya.
Hara pernah berjanji untuk tidak pergi ke N Seoul Tower sebelum menemukan orang yang disukainya. Pada akhirnya, siapa yang harus diajaknya pergi ke N Seoul Tower?
“Kau… pernah jatuh cinta pada dua orang sekaligus?”

Jumat, 02 November 2012

Journal 78 : Mortui Vivos Docent [FF] (BAHASA)

Assalammu'alaikum wr., wb.
Hello-ha~ Jumpa lagi dengan gue setelah satu hari lamanya *lebay*
Hari ini gue mau post project #NovemberNgeblog gue dengan tema FF tentang Docent! Cekidot~ :3
-----------------------------------------------------

"Eh, tahu nggak? Dosen gue hari ini nyebelin loh,"
"Iya, dosen gue juga. Ngebetein banget deh."
Ara dari tadi hanya senyam-senyum sendiri mendengarkan celotehan kedua temannya yang beda jurusan itu sambil asyik membaca modul.
"Eh, lo gimana Ra? Dosen tempat lo enak-enak?"
Ara hanya tersenyum. "Lo mau tahu dosen gue? Besok datang ke tempat gue ya.."
Esoknya.
"Ra! Mana dosen yang lo bilang itu?" tanya kedua teman Ara. "Ayo ikut gue sini,"
Ara pun mengajak kedua temannya ke sebuah ruangan gelap, penuh dengan bau menyengat.
"Inilah docent gue, our mortui vivos docent." suara Ara disambut dengan sosok cadaver yang tengah terbujur kaku, menyambut sosok kedua teman Ara yang langsung terbisu.

----------------------------------------------------
catatan :  
*Mortui Vivos Docent : yang mati mengajari yang hidup
*cadaver : tubuh manusia yang sudah meninggal yang diawetkan dan dijadikan bahan untuk belajar anatomi di laboratorium (mayat, red)

Well, itu tadi sekilas FF (Flash Fiction) dari gue, selamat menikmati! Semoga nggak mengecewakan deh hehe :3
Wassalammu'alaikum wr., wb.

Kamis, 01 November 2012

Journal 77 : Suatu Sore di Layo yang #OoohMaan! (BAHASA)

Assalammu'alaikum wr., wb.
Annyeong~~ Goodnight, everyone! Akhirnya, gue balik lagi! \(^o^)/ *kecup visitor*
Udah kangen kah dengan gue? *ditabok*

Jadi, ceritanya ini post bukan dengan sengaja ingin saya post, tapi muncul di antara nuansa desak-desakan dalam bus sepulang gue dari Indralaya sore tadi. Nah! Kebetulan juga, ada project #NovemberNgeblog bareng @bloggerUnsri dan @NBCUnsri yang temanya #Macet! So, kebetulan banget nih buat gue untuk nge-post ini cerita yang tiba-tiba terlintas di tengah perjalanan tadi.

Well, hari ini gue dan temen-temen sejurusan ada kegiatan praktikum, so mau nggak mau kita kudu and musti ke Indralaya (baca: LAYO). Btw, udah pada tahu belom sih gue ini kuliah di mana? Hmm.. cek aja di post sebelum ini yah! hoho :3

Back to laptop, eh, topic maksudnya.. Jadi, kami ini praktikumnya siang, sekitaran jam 1-an lah.. Karena itu kami berpikir untuk perginya agak siangan, sekitar jam 9/10-an, biar sampai sana bisa istirahat dan nyantai-nyantai dulu. Pas sampai di Bukit, nggak tahunya... itu antrian udah kayak antrian sembako aja! *lebay* TM-nya (Trans Musi, red) yang dateng cuma 1, dan antriannya.. duh, bejibun! Macet atuh kang.. -_- Well, jadinya gue dan beberapa temen deket gue pun sempat memutuskan buat naik BiKun (Bis Kuning) aja, dan kebetulan waktu itu ada satu BiKun yang baru lewat. Setelah rapat bentar, akhirnya kami pun memutuskan untuk caw ke halte BiKun.

Eehh.. sesampainya di sana, mamang BiKunnya pada maksa kita buat naik itu bis putih yang udah siap berangkat! Jelas aja kami nggak mau. Kenapa? Karena kuotanya cuma tinggal 4, sedangkan kami ini bertujah! Eh, bertujuh! Alhasil, kami pun nggak mau naik ke bis itu, dan eeh.. mamangnya ngambek! -_- jiaah.. marah-marah, pake bohong segala, bilang kalo itu bis buat disewa ke jakabaring, juga! Hmm.. Bingung dah harus percaya atau nggak.

Sekian lama kami menunggu~ *sing* sudah lama di-PHP-in BiKun, akhirnya kami yang galau ini pun memutuskan untuk kembali menekuni Halte TM. Sesampainya di sana, bukannya menemui keademan TM, kami malah harus menelan obat pahit lagi untuk kedua kalinya, karena (lagi-lagi) kami harus menunggu dan terus menunggu. (kayak lagu aja, Ku menunggu.. Ku menunggu kau untuk.. *abaikan*)

Bermodal tekad dan semangat untuk praktikum, kami pun akhirnya sabar menanti kedatangan TM yang (gosipnya) bakalan jadi TM Kloter terakhir. Lirik-lirik jam tangan, ternyata sudah jam setengah sebelas! Ooohmaaan..! (wawan mode on) Rasa was-was pun mulai menanti. "Ini TM-nya ada atau nggak, ntar di sana macet atau nggak, kami nanti telat atau nggak, sampainya jam berapa.." pokoknya berbagai pikiran pun berkecamuk dah dalam otak!

Jeng jeng jeeng!! Alhamdulillah teman sejawat! Akhirnya, TM yang dinantikan pun datang juga! Dan supernya lagi, itu TM baru yang tempat duduknya mengahadap depan, bukan menyamping! SUPEER SEKALI! (MT mode on) xD haha Alhasil, semangat kami yang sempat luntur pun meluap kembali tatkala berjumpa dengan TM baru ini. SEETT.. pintu terbuka, dan.. ciaaat! kami pun masuk dengan mulusss... aah.. akhirnya bisa duduk juga! x3

Well, apa kita skip aja perjalanan selama di TM? Soalnya gue dan temen-temen pada tidur semua, sih! Biasaaa... belajar sampai malem soalnya~ *kalem* Nah, langsung aja sesampainya kami di Layo. Ternyata oh ternyata, praktikum kelompok sebelum kami itu pun belum dimulai, teman! Jadi kan gini, kami itu dibagi 4 gelombang praktek, ada B1-B2, ada juga L1-L2. Nah, yang sebelum kami itu anak B2, dan harusnya mereka udah mau masuk bentar lagi, yaitu jam 12-an (sesuai jadwal), namun oh ternyataa.. anak L1 (yang sebelum B2) ini belum keluar teman! Yah, terpaksa menunggu sedikit lebih lama lagi~

Sembari menunggu, akhirnya kami pun mengisi perut kami yang sudah keroncongan sejak tadi. Eits, sempat curi dengar dulu nih soal-soal pre-test yang keluar apa, hohoho *calak*
Hmm.. laper, otak mumet, memang enaknya makan nasi plus lauk yang mengenyangkan. Masalahnya, di mana yang ada warung makan kayak gitu? Eits, ternyata ada loh, di belakang musholla FK, di deket gedung belajarnya anak teknik! Uhuuyy.. cabuut~

Makanannya banyak, cuy! Lumayan komplit, juga! Ada sayur sop, ayam opor, ayam goreng tepung, perkedel, telor sambel, sambel ijo, sambel macang, dll. Pokoknya, puas deh makan di situ! Tentunya, dengan harga anak kuliahan dong, pastinya :3 bayangin deh, gue makan nasi+sop+ayam opor aja cuma Rp8.000,-! Superr!! (biasanya makan nasi+lauk itu 10rb lebih -_-)

Selesai makan, ceritanya kita mau sholat, nih! Etapii... musholla FK keliatannya agak kotor ya, dan airnya juga cuma sedikit.. Hmm.. mata pun sempat melirik ke musholla teknik, oke deeehh.. hijrah ke musholla tetangga dulu dah kalo gitu! Alhasil, kami (Gue, Dwi, Desi) pun sholat di musholla teknik.

Pas balik ke labor, ternyata anak B2 baru aja masuk, dan artinya kami masih harus menunggu SEDIKIT lebih lama lagi. Yaah.. kira-kira 1 jam lebih, lah.. Sambil menunggu yang tak pasti ini, akhirnya kami pun berdiskusi tentang pre-test dan kadang-kadang diselipin foto-foto juga *uhuk!* maklum, anak eksis, brooh! :p haha

Tetoot! Katanya, anak B1 masuk ke lab! Huaah.. pada kocar-kacir pake jas lab, deh! Dag dig dug duerr dah, mau pre-test dulu sih soalnya~ :$ Untungnya, semalem udah belajar dikit sih, jadi udah ada bayangan laah.. materi-materinya hehe..
Sehabis pre-test, kami pun langsung caw masuk ke lab. Ugh! Lab-nya penuh bau berbagai macam zat kimia, teman! Ada bau alkohol, bau gosong, bau pesing, campur aduk dah jadi satu! Wajar sih, soalnya materi praktikumnya tentang "Analisa Senyawa Organik dan Senyawa Obat", sih. Jadi so pasti lah ada berbagai macam bau zat di dalam situ~

Sepertinya udah agak kepanjangan, skip aja deh ya langsung ke bagian pas pulangnya.
Nah! Pas pulangnya ini nih yang Oohmaan full abiss! Jadi gini, kami keluar lab itu udah jam setengah 4-an, dan ternyata oh ternyataa, BiKun PLUS TM udah habis. Jleb. Seketika hening. Lalu mendadak rame. Wuaah.. kita balik naik apa, nih? Kami pun segera menuju depan auditorium, dan ternyata.. memang sudah sepi. Huah, udah hopeless nih, ceritanya :'(
Eeh.. muncul satu bis berjudul, "Angkutan Khusus". Karena nggak ada pilihan lain, akhirnya kami pun naik ke bis itu, dan dengan sukarela berdiri selama 1 jam perjalanan! #Oohmaan! Enaknya itu si Sae, dia naik duluan dan dapet tempat duduk, alhasil dari bersembilan, cuma kami berdelapan yang berdiri. Si Sae mah, keenakan duduk. Nggak korsa dia. -_-

1 jam di perjalanan, ternyata belum cukup membuat kami menderita. Sesampainya di Palembang, ternyata kami harus menjumpai satu hal : HUJAN! Yap, hujan. Kami kehujanan, teman! Dan oohmaan nya lagi, bisnya bocor! *ketawamiris* Bisa dipastikan, semua orang yang tadinya pada duduk pun segera berdiri dadakan. Dan ternyata, makin lama itu hujan makin deras. Subhanallah...

Gawatnya lagi, itu bis berhentinya di Kertapati, dan itu masih SANGAT JAUH untuk ke Bukit, tujuan utama kami. Tapi, karena itu halte terakhir, mau nggak mau kami harus turun, deh!
Ganti sendal jepit, aku pun meluncur turun dari bis. Ada untungnya juga ternyata praktikum disuruh bawa sendal jepit, ya~ Nah, ada bis lain, teman! Dia mau ke mana? Katanya sih lewat ampera, tempat kami mau transit naik angkot Bukit nanti. Ya udah, deh, naik aja!
Eehh lucunya, si Desi sama Pudte pas mau naik ke bis itu, sendalnya hanyut, teman! Kan itu hujan deres banget, jadinya jalanan banjir, dan itu sendal mereka ketarik oleh arus, alhasil.. selamat tinggal, sendal jepitku! :') haha pukpuk deh buat Desi sama Pudte :3
FYI, kami bertujuh itu ada gue, Helen, Sae, Tinud, Pudte, Dwi, dan Desi, nah pas pulangnya ditambah Nova dan Indar, jadi kami bersembilan, hehe.. Nah, yang ikut naik bis itu cuma gue, Sae, Tinud, Pudte, sama Desi, yang kebetulan arahnya sama-sama menuju ke Bukit dan sekitarnya. Sisanya pada nunggu TM tuh, di halte tadi. Oke deeh, cabuutt!

Ckckck, sepertinya hari ini benar-benar hari yang full! Pas sampai di ampera, kami pun turun dari bis itu, dan mulai sibuk mencari angkot Bukit. Dan sialnya, kami sempat kena hujan, cuy! dan basah, tentunya.. -_- untung ada angkot Bukit yang lagi lewat, langsung deh kami cegat, hohoho..

Nah.. mulai di angkot, kami mulai merasa sedikit tenang dan bisa menarik napas lega. Kami pun sudah mulai ketawa-ketiwi berhaha-hihi mengingat kejadian 'sendal hanyut' tadi. What a fun moment! xD

Naah.. pas mau sampai di deket kosan gue, hujannya udah agak redaan, nih! Siplaah.. berarti gue bisa jalan bentar buat beli bakso, nih! Dingin-dingin gini, kelaperan gini.. emang paling sip itu makan bakso, ya! *air liur kembali menetes*
Akhirnya, menginjakkan kaki di kosan lagi.. Alhamdulillah, sampai juga dengan selamat di kosan.. Untung ada si Sae, kalau nggak, kami bertiga (gue, Desi, Pudte) nyasar di Kertapati tadi! hahaha xD
Jadi, berakhirlah sudah suatu sore di Layo-Palembang yang cukup berkesan bagi kami bertujuh, eh, bersembilan. Berpegal-ria di dalam bis Layo-Palembang, berhujan-hujan ria turun di Kertapati, plus berbasah-basah asyik di ampera! What a fun and #oohmaan day! :3

Satu hal yang gue syukuri, selama perjalanan pulang tadi, walaupun kami berdiri sepanjang jalan, tapi kami nggak kena macet! Puji syukur ke Allah, ternyata Dia masih mengasihani kami dan nggak ngasih macet ke kami! hohoho See you goodbye, deh, #Macet! ^^/
But, walaupun kami nggak kena macet lalin, kami kena macet dalam arti lain nih seharian ini. Macet TM, macet praktikum, macet bis, macet kehujanan hahahah :p

Well, maybe itu tadi sekilas cerita curcol ngalor ngidul dari gue, semoga yang baca bisa menikmati dan enjoy dengan cerita gue! Pantengin terus blog gue, yaa~ *kecup visitor* *ditabok* :3
Terima kasih sudah berkunjung~ Salam Mahasiswa!! \(^o^)/

Wassalammu'alaikum wr., wb.

Palembang, Kosan 1076. 23.00